Dokumentasi produk nipah dan suasana kawasan wisata Green Talao Park, Nagari Ulakan Tapakis.
Panorama Kawasan Green Talao Park dari Udara
Foto udara ini memperlihatkan keseluruhan lanskap Green Talao Park, Nagari Ulakan Tapakis, dengan jembatan titian putih yang mengelilingi laguna (talao), hamparan rumput hijau, serta rimbunnya pohon nipah dan kelapa yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Perpaduan antara Pohon Nipah, mangrove, dan laut inilah yang menjadikan kawasan ini sebagai destinasi ekowisata yang unik di Padang Pariaman.
Tracking Hutan Nipah
Dari ketinggian, terlihat jalur titian kayu (Tracking) yang berkelok membelah lebatnya hutan nipah (Nypa fruticans) di kawasan Green Talao Park. Pengunjung dapat menyusuri jembatan ini sambil menikmati kerimbunan pohon nipah yang tumbuh subur di sepanjang aliran air, pemandangan khas ekosistem mangrove yang menjadi daya tarik utama desa wisata.
Suasana Asri Desa Wisata Green Talao Park
Hamparan rumput hijau, gazebo beratap tradisional, dan langit biru cerah menghadirkan suasana tenang khas Desa Wisata Green Talao Park. Para pengunjung tampak bersantai menikmati keteduhan di bawah pohon rindang, menjadikan kawasan mangrove ini destinasi yang cocok untuk melepas penat sekaligus menikmati keindahan alam Nagari Ulakan.
Panen Buah Nipah dari Kawasan Mangrove
Sekelompok pemuda dengan penuh semangat menunjukkan hasil panen buah nipah (Nypa fruticans) langsung dari rumpun pohonnya di kawasan mangrove Green Talao Park. Tandan buah nipah yang khas ini menjadi bahan baku utama berbagai produk lokal Nagari Ulakan, mulai dari minuman segar hingga olahan bernilai ekonomi lainnya.
pemuda dan penggiat wisata dalam pelatihan ekonomi kreatif
Para pemuda dan penggiat wisata Nagari Ulakan berfoto bersama sambil memperlihatkan hasil karya mereka. Semangat dan kebersamaan dalam pelatihan ini menjadi modal penting untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis pemanfaatan limbah di kawasan wisata Green Talao Park.
Proses Pembuatan Kerajinan Dari Limbah
Kegiatan ini melatih keterampilan pemuda dan penggiat wisata dalam mengolah bahan baku lokal menjadi produk kerajinan yang rapi dan siap digunakan.
Hasil Karya Kerajinan Bambu dan Tempurung Kelapa
Beragam produk kerajinan hasil pelatihan dipamerkan di atas meja, mulai dari gelas dan cangkir dari ruas bambu hingga miniatur dan wadah dari tempurung kelapa. Produk-produk ini membuktikan bahwa limbah yang selama ini terbuang dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomi dan bernilai jual.
Kunjungan Kemenparekraf ke desa wisata green talao park
Di tepi kawasan talao (laguna) Green Talao Park, Menparekraf mengamati langsung alat tangkap tradisional yang biasa digunakan warga di kawasan mangrove. Kunjungan ini menegaskan potensi ekowisata dan hasil alam kawasan mangrove sebagai daya tarik utama desa wisata.
Kunjungan Kemenparekraf ke desa wisata green talao park
Menparekraf mengikuti rangkaian acara peninjauan bersama tokoh dan pengelola desa wisata. Suasana penuh keakraban ini menjadi bagian dari penilaian Green Talao Park sebagai salah satu dari 50 Besar Desa Wisata Terbaik se-Indonesia.
Kunjungan Kemenparekraf ke desa wisata green talao park
Menparekraf mengikuti rangkaian acara peninjauan bersama tokoh dan pengelola desa wisata. Suasana penuh keakraban ini menjadi bagian dari penilaian Green Talao Park sebagai salah satu dari 50 Besar Desa Wisata Terbaik se-Indonesia.
Kunjungan Kemenparekraf ke desa wisata green talao park
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, disambut antusias oleh warga saat tiba di Desa Wisata Green Talao Park, Nagari Ulakan Tapakis. Seorang pemuda yang mengenakan penutup kepala khas Minangkabau turut menyambut dengan penuh semangat, menggambarkan keramahan masyarakat setempat terhadap tamu.